LIHATLAH KAMI
Karya: ANDI NUR ALIMAH
Deras hujan mengguyur
bumi
Suasana kota sepi mati
Pasar macet, bisu dan
diam
Dari ujung sana kuberjalan bersama
kawan-kawanku
Inilah kami si gelandangan kecil
Yang hanya tinggal di gerbon tua
Masa demi masa berlalu
sudah
Kemana kaki jalan
melangkah
Liku- liku kehidupan
mengukir sejarah
Hujan, hujan, hujan, dan hujan lagi
Kini kami kehilangan waktu
Apakah kami bisa makan, minum, dan
tidur
Entah bagaimana nasib kami
selanjutnya
Kumasih tersudut dalam
kebahagian
Bersemayam ditengah
perihnya kehidupan
Terpingkal kala
kuingin berbaur dengan keadaan
Hidupku seolah perih tak bersayap
Ingin terbang namun tertatih dengan
langkah ketepian
Tiba- tiba pandangan
kami terpaku
Sebuah benda hitam
Yang entah siapa
pemiliknya
Pergantian waktupun tidak dapat
dielahkan
Meskipun kami seorang gelandangan
Tetapi kami masih punya hati,
perasaan dan nurani
Kucoba mengayungkan
langkahku ini
Meskipun aku sulit
mencari
Dermaga yang berairkan
tinta emas
Dan pena antik untuk
mengukirnya
Tapi aku sadar betapa berartinya
kehidupan
Ingin rasanya kutulis sejuta syair
kehidupan
Di dinding bumi ini
Aku yakin setiap
kebaikan
Akan dibalas dengan
kebaikan
Aku tak ingin melawan
arus gelombang kehidupan ini
Karna kutakut
terdampar di pulau sana
Yang penuh dengan
ketidak pastian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar